Subscribe to our emails
Be the first to know about new collections and special offers.
Selama pelayanan-Nya di bumi, Yesus sering diminta membuktikan siapa diri-Nya. Namun ketika Ia berkata, “Akulah…”, banyak orang justru tersinggung dan menuduh-Nya menghujat.
Mengapa pernyataan itu begitu mengusik?
Apa sebenarnya yang Yesus klaim tentang diri-Nya?
Dan apa arti semua itu bagi hidup kita hari ini?
Dalam buku ini, Sim Kay Tee mengajak Anda menyelami konteks budaya dan sejarah di balik pernyataan-pernyataan “Akulah” dalam Injil Yohanes. Melalui penjelasan yang jernih dan alkitabiah, Anda akan melihat bahwa perkataan Yesus bukan sekadar metafora yang indah, melainkan deklarasi identitas ilahi yang penuh kuasa dan kasih.
Buku ini akan menolong Anda:
• Memahami makna teologis dari pernyataan “Akulah”
• Melihat lebih dalam siapa Yesus sebenarnya
• Meneguhkan iman di tengah keraguan zaman
• Merespons panggilan Kristus secara pribadi
Jika Anda rindu mengenal Yesus bukan hanya dari cerita, tetapi dari perkataan-Nya sendiri, buku ini akan memperkaya dan meneguhkan perjalanan iman Anda.
Tambahkan ke keranjang sekarang dan temukan kembali makna mendalam dari perkataan Yesus: “Akulah.”